Tuesday, March 23, 2010

33 Kata Hikmat

1. “Apabila kata-kata keluar daripada hati, maka ia akan masuk ke dalam hati, apabila kata-kata keluar daripada lidah, maka ia akan hilang begitu sahaja” – Nabi Muhammad S.A.W

2. “Bukanlah yang dikatakan kuat itu dengan hebatnya bergusti, sesungguhnya orang yang kuat adalah mereka yang mampu menahan dirinya daripada sifat marah” – Nabi Muhammad S.A.W

3. “Bukanlah yang dikatakan kaya itu adalah kaya harta benda, tetapi hakikat sebenar kaya adalah mereka yang kaya jiwa (budi pekerti)” – Nabi Muhammad S.A.W

4. “Permulaan itu itu adalah 1.dengar 2.faham 3.hafal 4. amal 5.sebar (dakwah)” – Ibnu Mas’ud (Kitab Hilyatu Aulia’)

5. “Tiada Islam tanpa jemaah, tiada jemaah tanpa kepimpinan, tiada kepimpinan tanpa ketaatan” – Saidina Umar R.A

6. “Makin bertambah ilmuku makin terasa kebodohanku” – Imam Syafie

7. “Katakan siapa kawan saudara, kemudian saya akan katakan siapa sebenarnya saudara” – Imam al-Ghazali

8. “Rumahku Syurgaku” – Ibnu Taimiah

9. “Barangsiapa yang tidak berubat menggunakan al-Quran, maka Allah tidak akan menyembuhkan penyakitnya” –Ibnu Qayyim al-Jauzi

10. “Orang yang tidak melalui dunia (ambil dunia), maka dia tidak akan dapat masuk syurga” – Ibnu Taimiah

11. “Ulamak dunia adalah ulamak yang menjadikan agamanya tempat cari makan (menjual agama dengan harga yang murah)” – Imam al-Ghazali

12. “Ya Allah seandainya aku beribadat kepada-Mu semata-mata kerana takutkan azab api neraka-Mu, maka Kau masukkanlah aku ke dalam neraka” – Rabiatul Adawiah

13. “Sesungguhnya hidayah itu tidak akan sampai melainkan dengan ilmu” – Ibnu Qayyim al-Jauzi

14. “Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka dia akan kenal siapa Tuhannya” – Ulamak Sufi

15. “Ilmu yang bermanfaat itu adalah sesuatu yang mendatangkan takut kepada Allah S.W.T” – Imam al-Ghazali

16. “Di saat engkau dilahirkan orang lain ketawa engkau yang menangis, maka berjuanglah di saat engkau meninggal dunia, biarlah orang lain yang menangis engkau yang gembira” – Hamka

17. “Memisahkan agama dan politik adalah cara yang paling mudah untuk menjadi kafir” – Syeikh Mustafa Sobri

18. “Sesiapa yang meniru golongan yang soleh, maka ia akan dimuliakan sebagaimana mereka dimuliakan, sesiapa yang meniru golongan yang fasik ia tidak akan dimuliakan” – Al-‘Aqomi

19. “Orang yang buta huruf pada zaman ini adalah mereka yang tidak bersedia untuk belajar perkara baru” – Troffler

20. “Jangan tanya apa yang negara boleh sumbang kepada anda, tanyalah apa yang anda boleh sumbang kepada negara” – Washington Kennedy

21. “Keberanian mengandungi keajaiban, kuasa dan kebijaksanaan di dalamnya” – Geothe (pujangga Itali)

22. “Pengikut bukannya menyokong pemimpin tapi mereka hanya menyokong perjuangannya” – Mahatma Gandhi

23. “Pemimpin yang hebat dilihat sebagai hamba kepada organisasi” – Greenleaf

24. “Ramai orang berusaha mencari siapa yang bersalah daripada menyelesaikan masalah itu” – Robert Schuller

25. “Apabila saudara mula ke hadapan masyarakat, kekuatan dan keterampilan saudara banyak bergantung kepada kebolehan saudara dalam menyampaikan ucapan dan idea” – Peter Druker

26. “Kemahiran berucap adalah faktor paling utama seseorang pemimpin dilihat berkarisma dan hebat” – Conger dan Konungo

27. “Berikan saya 10 orang pemuda, nescaya saya akan gegarkan dunia” – Sukarno

28. “Harga sesebuah kemasyhuran adalah tanggungjawab” – Winston Churchill

29. “Apa yang seseorang lakukan dalam kehidupan sosialnya adalah cerminan daripada kehidupan peribadinya” – Steven R. Covey

30. “Tatacara saudara menjadi tidak bermakna sekiranya ia tidak dilakukan dengan keyakinan” – Elisabeth Egan

31. “Tiada terpelihara kehormatan yang tinggi daripada penderitaan, sehingga mengalir darah dari tiap-tiap bahagian tubuh” – Hamka

32. “Saya fikir kita harus kembali kepada agama” – tokoh Athies

33. “Barangsiapa yang masih lagi tidak meninggalkan maksiat walaupun umurnya mencecah 40 tahun maka bersiap-siaplah untuk dihumbankan ke dalam neraka” – Imam al-Ghazali

Saturday, October 17, 2009

Surat Fatimah Gemparkan Baghdad




Cerita ini mungkin sudah lama dan ditelan masa, tapi disebabkan oleh rasa kasihan dan juga marah dengan sikap kafir laknatullah ini, aku tak dapat tahan daripada menyebarkan maklumat yang aku perolehi untuk tatapan kita semua dari kisah seorang hamba Allah di bumi anbiya’ Iraq yang disiksa, dirogol dengan kejam tanpa belas kasihan di penjara Abu Gharib.
Fatimah adalah seorang saudara perempuan seorang mujahid yang terkenal di daerah Abu Gharib, yang berasal dari sebuah keluarga yang terkenal kebaikan dan ketaqwaannya. Suatu hari pasukan AS menyerbu rumahnya, dengan tujuan menangkap saudaranya. Namun karena mereka tidak dapat menemukannya, pasukan AS menangkap Fatimah dengan tujuan memaksa saudaranya menyerahkan diri.
Surat tulisan tangan Fatimah, baru-baru ini berhasil diseludupkan keluar dari penjara Abu Gharib. Surat ini menggambarkan penderitaan para tawanan wanita akibat perbuatan terntara AS. Segera surat ini tersebar dan menghebohkan kota Baghdad, mengirimkan gelombang yang akan terus berlanjut ke seluruh Iraq. Mafkarat al-Islam berhasil mendapatkan salinan surat tersebut.
Bismillahirrahmanirrahiim.(Say He is God the One; God the Source [of everything]; Not has He fathered, nor has He been fathered; nor is anything comparable to Him.[ Quran, Surat 112 *al-Ikhlas*]) Saya menulis surat Al-Ikhlas ini karena mempunyai arti yang mendalam bagi saya, dan menimbulkan getaran di hati orang-orang yang beriman.
Saudaraku mujahidin di jalan Allah. Apa yang dapat kukatakan padamu? Saya katakan, rahim-rahim kami telah terisi dengan janin akibat perkosaan yang dilakukan keturunan kera dan babi itu.
Mereka telah menodai tubuh kami, meludahi muka kami, dan merobek-robek Al-Quran untuk digantungkan ke leher-leher kami . Allahu Akbar. Tidakkah kau mengerti tentang kejadian yang menimpa kami? Betulkah kau tidak tahu ini terjadi pada kami?. Kami saudaramu, dan Allah akan meminta tanggungjawabmu tentang kejadian ini kelak. Demi Allah, tidak semalam pun kami lewatkan di penjara ini kecuali mereka mendatangi salah satu dari kami untuk melampiaskan nafsu setannya.
Padahal kami selalu menjaga kehormatan kami karena takut kepada Allah. Takutlah pada Allah! Bunuhlah kami bersama mereka! Hancurkan mereka bersama kami! Jangan biarkan kami di sini agar mereka bisa bersenang-senang memperkosa kami, sesungguhnya ini adalah sebuah perbuatan dosa besar di sisi Allah. Takutlah pada Allah akan urusan kami.
Biarkan (jangan serang) tank dan pesawat mereka. Datanglah pada kami di penjara Abu Gharib. Saya saudaramu karena Allah. Mereka memperkosa saya lebih dari sembilan kali dalam satu hari. Bisakah kau bayangkan?
Bayangkan salah satu saudaramu diperkosa. Bersama saya ada 13 gadis, semuanya belum menikah. Semuanya telah diperkosa didepan mata kami semua. Mereka melarang kami untuk sholat. Mereka mengambil pakaian kami, dan membiarkan kami telanjang.
Saat surat ini saya tulis, seorang diantara kami telah bunuh diri setelah diperkosa beramai-ramai. Seorang tentara memukulnya di dada dan paha setelah memperkosanya, lalu menyiksanya. Gadis itu kemudian bunuh diri dengan memukulkan kepalanya ke tembok penjara, karena dia sudah tidak sanggup menerima ini.
Meskipun bunuh diri dilarang oleh Islam, saya memaklumi perbuatannya. Saya hanya berharap, semoga Allah mengampuninya, sesungguhnya Dia Maha mengampun. Saudaraku, saya katakan padamu lagi, takutlah pada Allah. Hancurkan kami bersama para tentara itu, agarkami bisa beristirahat dalam damai. Tolonglah kami, tolonglah kami, tolonglah kami. Waa Mutasimah!.
Surat ini telah berakhir, namun penderitaan penulisnya dan para muslimah belum berakhir. Sebarkan agar semuanya bisa mengathaui keadaan ini. Wassalam

Wednesday, April 29, 2009

Golongan Yang Tidak Reput Mayatnya

Disebutkan di dalam satu riwayat, bahawasanya apabila para makhluk dibangkitkan dari kubur, mereka semuanya berdiri tegak di kubur masing-masing selama 44 tahun UMUR AKHIRAT dalam keadaan TIDAK MAKAN dan TIDAK MINUM, TIDAK DUDUK dan TIDAKBERCAKAP.

Bertanya orang kepada Rasulullah saw : 'Bagaimana kita dapat mengenali ORANG-ORANG MUKMIN kelak di hari kiamat ?'

Maka jawabnya Rasulullah saw 'Umatku dikenali kerana WAJAH mereka putih disebabkan oleh WUDHU'.' Bila kiamat datang maka malaikat datang ke kubur orang mukmin sambil membersihkan debu di badan mereka KECUALI pada tempat sujud. Bekas SUJUD tidak dihilangkan.

Maka memanggillah dari zat yang memanggil. Bukanlah debu 'itu dari debu kubur mereka, akan tetapi debu itu ialah debu KEIMANAN' mereka. Oleh itu tinggallah debu itu sehingga mereka melalui titian' Siratul Mustaqim dan memasuki Alam SYURGA, sehingga setiap orang melihat para mukmin itu mengetahui bahawa mereka adalah pelayan Ku dan hamba-hamba Ku.

Disebutkan oleh hadis Rasulullah saw bahawa sepuluh orang yang mayatnya TIDAK BUSUK dan TIDAK REPUT dan akan bangkit dalam tubuh asal di waktu mati :-

1. Para Nabi
2. Para Ahli Jihad
3. Para Alim Ulama
4. Para Syuhada
5. Para Penghafal Al Quran
6. Imam atau Pemimpin yang Adil
7. Tukang Azan
8. Wanita yang mati kelahiran/beranak
9. Orang mati dibunuh atau dianiaya
10. Orang yang mati di siang hari atau di malam Jumaat jika merekaitu dari kalangan orang yang beriman.

Di dalam satu riwayat yang lain dari Jabir bin Abdullah r.a sabda Rasulullah saw: Apabila datang hari QIAMAT dan orang-orang yang berada di dalam kubur dibangkitkan maka Allah s.w.t memberi wahyu kepada Malaikat Ridhwan:

' Wahai Ridhwan, sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba Ku berpuasa ( Ahli Puasa ) dari kubur mereka di dalam keadaan letih dan dahaga. Maka ambillah dan berikan mereka segala makanan yang digoreng dan buah-buahan SYURGA'.

Maka Malaikat Ridhwan menyeru, wahai sekalian kawan-kawan dan semua anak-anak yang belum baligh, lalu mereka semua datang dengan membawa dulang dari nur dan berhimpun dekat Malaikat Ridhwan bersama dulang yang penuh dengan buah-buahan dan minuman yang lazat dari syurga dengan sangat banyak melebihi daun-daun kayu di bumi.

Jika Malaikat Ridhwan berjumpa mukmin maka dia memberi makanan itu kepada mereka sambil mengucap sebagaimana yang di firman oleh Allah s.w.t di dalam Surah Al-Haqqah bermaksud :'Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan AMAL yang telah kamu kerjakan pada hari yang telah lalu itu.

'Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang mengajarnya meskipun dia sudah mati. ' Dan ( ingatlah ) Allah sentiasa mengetahui dengan mendalam akan apa jua yang kamu lakukan.' Surah Al-Baqarah : 237

Empat Perspektif Kesejagatan Islam

Di dalam bab ini Dr. Yusuf Qardhawi menghuraikan empat dimensi penting yang digunakan untuk mengklasifikasikan ajaran Islam. Beliau menggariskan empat dimensi penting yang digunakan iaitu yang pertama aspek peribadi iaitu meliputi iman dan akhlak, aspek yang kedua aspek sosial, seterusnya aspek hukum yang berkaitan dengan politik dan yang terakhir aspek alam iaitu aspek yang berkait dengan peradaban.

Dalam huraian bab pertama iaitu aspek peribadi, beliau menyatakan aspek yang paling terpengaruh bagi jiwa ialah iman dan akhlak kerana aspek ini akan dapat memperbaiki jiwa dengan keyakinan dan kebersihan hati. Syarat utama untuk membaiki masyarakat ialah dengan berpandukan kepada jiwa kerana jika sekiranya jiwa manusia dalam sesebuah masyarakat itu bersih dan baik maka mudahlah untuk memperbaiki masyarakat tersebut. Berbeza dengan fahaman Marxis mereka menyatakan untuk mengubah masyarakat atau sejarah perkara utama yang perlu diubah ialah sektor ekonomi dan industri.

Beliau juga menyatakan untuk membersih atau mengubah isi jiwa dengan akidah , keimanan yang benar dan tauhid yang lurus iaitu mengakui Allah yang Esa serta menggunakan hukum yang diturunkan oleh Allah s.w.t dan tidak menggunakan hukum yang dibuat oleh manusia. Tauhid yang kuat juga membentuk manusia yang suci jiwanya kerana mereka akan melakukan sesuatu perkara tanpa memikirkan habuan di sebalik perbuatan mereka serta berani menegakkan kebenaran di dalam sesebuah masyarakat.

Akidah juga merupakan aspek yang penting kerana akidah yang betul akan memberikan kekuatan jiwa yang sebenar untuk berjihad menegakkan agama Allah Taala. Beliau juga membawa contoh bagaimana Rasulullah s.a.w berjaya mengubah masyarakat dari masyarakat jahiliah kepada masyarakat yang berpegang teguh kepada agama Islam semuanya menggunakan kaedah pembetulan akidah.

Selain itu, kekuatan iman juga akan dapat mengubah perilaku manusia kerana kekuatan iman terbukti mampu mengubah tradisi bangsa Arab Jahiliah kepada akidah Islam yang hakiki. Hal ini demikian kerana, iman merupakan pembenaran dalam hati, diucapkan dengan lisan dan dikerjakan dengan anggota badan.

Aspek kedua yang dihuraikan oleh Dr. Yusuf Qardhawi ialah aspek sosial yang sangat berkait rapat dengan perhubungan kemasyarakatan. Agama Islam menitik beratkan keperluan masyarakat dan individu terutama dalam aspek sosial. Islam mendorong umatnya memiliki tanggungjawab sosial tetapi berdasarkan landasan-landasan yang telah ditetapkan oleh Islam. Aspek ini juga berkaitan dengan hukum-hakam yang dikaitkan dengan masyarakat seperti hudud, qisas dan takzir. Dalam bab ini juga tanggungjawab sosial antara masyarakat contohnya hubungan antara orang kaya dan orang miskin.

Diterangkan juga bagaimana golongan daif ini merupakan golongan yang diberikan kemuliaan oleh Allah s.w.t kerana berdasarkan sabda Nabi s.a.w “Sesungguhnya kamu mendapatkan rezeki dan kemenangan dengan orang yang lemah di antara kamu”. Ini bermakna golongan miskin juga mempunyai peranannya tersendiri di dalam masyarakat dan tidak sepatutnya golongan ini disisihkan dari masyarakat.

Seterusnya penulis juga menghuraikan aspek yang ketiga iaitu aspek hukum atau yang berkait dengan politik. Dalam bab ini penulis menerangkan cara berpolitik dan memerintah sesebuah negara dengan adil. Beliau juga mengukirkan kata-kata Hassan al-Basri, imam atau pemimpin adalah orang yang menjadi penghubung di antara Allah s.w.t dan hamba-hambanya. Pemimpin harus mendengar seruan Allah dan menyampaikan kepada rakyat. Dia sentiasa tunduk dan patuh kepada segala perintah Allah s.w.t. Pemimpin yang adil juga merupakan satu daripada golongan yang disabdakan oleh Nabi s.a.w sebagai golongan yang akan mendapat perlindungan daripada Allah Taala pada hari akhirat kelak. Penulis juga menggariskan prinsip musyawarah yang betul bagi melahirkan sebuah kerajaan yang adil dan saksama. Dengan prinsip musyawarah bererti Islam tidak membenarkan atau memberi peluang untuk munculnya pemimpin diktator yang membawa umat Islam kepada jalan kehancuran.

Aspek terakhir yang diterangkan oleh penulis adalah aspek alam atau yang berkait dengan peradaban. Aspek ini penting dengan misi Islam untuk memakmurkan dunia dan menegakkan peradaban. Peradaban merupakan nilai-nilai baik yang berada dalam diri manusia dan nilai ini akan sekali gus dapat memakmurkan bumi ini kerana nilai yang baik akan dapat melahirkan masyarakat yang semuanya memberi manfaat antara satu sama lain. Sejarah juga membuktikan bagaimana Islam pernah berjaya membangunkan peradaban yang megah dan seimbang, menggabungkan roh dan kebendaan, iman dan ilmu, moral dan kekuatan. Pada ketika itu Islam menjadi peradaban yang paling unggul, bahkan tiada tolok bandingnya di dunia.
Bermula dari sinilah orang-orang Eropah mula mempelajari ilmu pengetahuan di institusi pengajian Islam dan dari sini juga mereka mengembangkan ilmu pengetahuan dengan pelbagai ujian dan dengan sebab itulah mereka dapat mencipta nama di dunia sedangkan ilmu-ilmu tersebut pada asalnya dimulakan oleh umat Islam dan mereka mengambilnya menjadikan sebuah teori dan menyatakan itulah teori mereka.

Kesimpulannya, Islam merupakan agama yang syumul serta dengan berpegang kepada ajaran Islam sahajalah kita dapat membangunkan dunia ini dengan adil dan saksama bahkan dapat melahirkan sebuah masyarakat yang baik serta mendapat rahmat daripada Allah s.w.t.

Monday, April 20, 2009

Yahudi mahu orang Islam jadi kafir

MEMANGLAH orang Yahudi berusaha supaya orang Islam menjadi kafir. Antaranya cara hidup mereka yang kita terima dengan terang dan jelas sekali iaitu teori-teori politik, ekonomi, pendidikan yang dilaksanakan pada hari ini atau yang dipanggil sosialisme, kapitalisme, pragmatisme, demokrasi dan seumpamanya, Jika dikaji teori-teori ini adalah dilahirkan oleh orang Yahudi atau Nasrani.

Merekalah yang mencipta teori-teori dan falsafah ini, di mana kebanyakan orang Islam percaya kepada teori ini sehingga sanggup menolak Islam sekali gus tidak menyedari diri telah menjadi kafir. Inilah apa yang dikehendaki oleh orang kafir yang Allah Taala sebut di dalam ayat yang kita mesti menyedarinya.

Apa yang berlaku itu adalah kerana hasad dengki mereka selepas ternyata bagi mereka kebenaran. Mereka sudah mengetahui bahawa Islam itu agama yang benar. Memang ramai kita mendengar orang yang tidak percaya kepada Islam dengan mengaku bahawa Islam itulah yang betul.

Kalau ditanya mengapa tidak mahu ikut Islam? Mereka menjawab Islam tidak boleh dan tidak sesuai dilaksanakan pada zaman sekarang. Kenyataan itu serupa dengan apa yang disebut di dalam ayat al-Quran.

Kepada ahli kitab pada zaman Nabi, Allah memerintahkan supaya memaafkan mereka dan membiarkan mereka sehingga Allah Taala mendatangkan perintah-Nya sesungguhnya Allah Maha Berkuasa di atas tiap-tiap sesuatu, maksud ayat 109 surah al-Baqarah.

Ayat memaafkan mereka dimansukhkan hukumnya. Kalau kita lihat Allah menyatakan di dalam ayat itu. Sehingga Allah mendatangkan perintah-Nya. Apakah perintah-Nya? Perintah-Nya ialah firman Allah Taala dalam ayat 29 surah at-Taubah, maksudnya: Perangilah orang-orang yang tidak beriman dengan Allah.

Firman Allah Taala yang bermaksud: Dan dirikanlah oleh kamu akan sembahyang dan tunaikanlah zakat dan apa jua yang kamu dahulukan daripada kebaikan untuk diri kamu, tentulah kamu akan mendapat balasan pahalanya di sisi Allah. Sesungguhnya Allah sentiasa melihat segala yang kamu kerjakan.

Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata pula: "Tidak sekali-kali akan masuk syurga melainkan orang-orang yang beragama Yahudi atau Nasrani." Yang demikian itu hanyalah angan-angan mereka sahaja. Katakanlah (Wahai Muhammad): "Bawalah datang keterangan-keterangan yang (membuktikan kebenaran) apa yang kamu katakan itu, jika betul kamu orang-orang yang benar."

(Apa yang kamu katakan itu tidaklah benar) bahkan sesiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah (mematuhi perintah-Nya) sedang ia pula berusaha supaya baik amalannya, maka ia akan beroleh pahalanya di sisi Tuhannya dan tidaklah ada kebimbangan (daripada berlakunya kejadian yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka pula tidak akan berdukacita.

Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai sesuatu pegangan (agama yang benar)"; dan orang-orang Nasrani pula berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan (agama yang benar)"; padahal mereka membaca Kitab suci masing-masing (Taurat dan Injil). Demikian juga orang-orang (musyrik dari kaum Jahiliah) yang tidak berilmu pengetahuan, mengatakan seperti yang dikatakan oleh mereka itu. maka Allah akan menghukum (mengadili) di antara mereka pada hari kiamat mengenai apa yang mereka berselisihan padanya.

Di dalam ayat di atas, Allah SWT menceritakan tentang kesesatan Yahudi dan Nasrani serta kebingungan mereka di mana di antara kesesatan dan kejahatan mereka antara lain ialah mereka berkata bahawa tidak akan masuk syurga melainkan orang Yahudi. Ertinya selain Yahudi, tidak akan boleh sama sekali memasuki syurga Allah SWT.

Nukilan daripada buku 'Usaha jahat Yahudi' Kuliah Tafsir Tuan Guru Haji Abdul Hadi Awang, halaman 13-17 bab 124. _